Malam itu pukul 19.00 WIB, saat abby mulai melakukan hobby favoritnya yaitu memandangi "karolina" diangkasanya. Karolina dia temukan satu minggu yang lalu saat dia sedang berada ditengah-tengah keputusasaan, dalam nyeri hati dan rasa frustasi. Seolah Tuhan mengirim Karolina untuk menghibur dan memberi harapan baginya.
Langitnya tampak sangat cerah malam itu. Dia membetulkan letak duduknya, kemudian mengatur posisi yang paling nyaman.Matanya menutup perlahan sambil mengatur nafas. Mula-mula memang kacau dan sulit dikendalikan, tetapi kemudian dia mulai merasa hening, membayangkan Karolina dengan warnanya yang cerah dan bercahaya.
Udara malam terasa sejuk, dan dia mulai melihat harapan lagi seperti hari-hari sebelumnya. Mula-mula dia melihat sosok abby yang cantik, anggun, kaya namun tetep rendah hati. Abby mempunyai banyak teman. Dia cerdas dan penuh perhatian, dengan seorang kekasih yang cakep, setia dan sabar. Abby selalu membereskan kekacauan-kekacuan disekitarnya. Dia sedang menyelamatkan lingkungan dengan menemukan zat kimia yang bisa menggantikan minyak bumi tapi tidak menimbulkan polusi , tapi justru bisa membuat bersih lingkungan.
Dia juga menjadi misi perdamaian dimana-mana. Semua orang di dunia segan dan sangat menghormatinya. Cukup dengan kata kata diplomatis dan senyum saja maka negara2 di dunia menghentikan perang. Dia juga pintar menyanyi dengan suara yang sangat merdu dan dia juga berakting ( bahkan mendapat piala oscar). Dan dia bisa memainkan seluruh alat musik.
Dia membagikan makanan tiap hari pada orang-orang kelaparan, semua orang yang menderita mengharapkan dia datang dan mereka tidak akan merasa menderita lagi. Dia melindungi satwa langka yang hampir punah dengan melakukan kampanye kampanye di penjuru dunia. Dan yang lebih mengejutkan lagi dia juga bisa terbang. Kalau malam dia memeriksa dunia dan mengelilinginya dan tidak lupa dia juga menjenguk para napi untuk memberi sedikit harapan.
Ada kisah menarik ketika pada suatu hari dia mendatangi seorang gadis yang pemurung dan tidak percaya diri. Gadis itu merasa menjadi orang yang paling jelek di dunia. Dia bercakap-cakap dengan gadis itu dan mengatakan bahwa sebetulnya dia itu cantik kalau mau sedikit saja tersenyum dan ramah. Dan abby juga memberitahu dia bahwa banyak sekali sebetulnya yang naksir sama gadis itu kalo saja dai mau saja membagikan sedikit kebaikannya pada orang atau menghibur orang orang yang sedang bersedih. Semenjak itu gadis itu berubah, dia menjadi pering, ramah, bersemangat hidup dan penuh perhatian.
Abby memang hebat, bijaksana, dan penyayang. Dan yang paling penting dia menyayangi keluarganya dan kekasihnya. Dia tidak pernah lupa membagi waktu dengan mereka , bermanja dengan orang tuanya dan bercanda dengan saudaranya. Bila sedang bersama kekasihnya dia menjadi orang yang setia dan gadis biasa, tidak terlalu hebat bahkan pura pura bodoh.
Abby juga tidak takut mati. Ginjalnya tinggal satu karena disumbangkan dan dia rutin menjadi anggota donor darah. Baginya hidup mati ditangan tuhan dan dia juga rajin berdoa pada tuhan.
Tiba tiba dia merasa basah di wajahnya. Dia tersadar dan ternyata gerimis mulai datang. Udara makin dingin ditambah angin yang sedikit kencang. Dia melihat karolinanya mulai menghilang, Sinarnya memudar dan langitnya tampak hitam mencekam.
Dan seperti hari hari sebelumnya dia mulai memeriksa dirinya sendiri dan ternyata masih sama. Masih seperti abby yang sebenarnya. Abby yang buta, tidak punya tangan dan kaki, dan kepalanya jadi pusing kalo mulai mikir yang berat berat. Selalu sepi tanpa suara, hanya mampu merasakan. Hari-harinya adalah harapan dan khayalan yang dibangunnya sendiri. Tetapi dia tetap tersenyum karena hal hal indah itulah yang mampu membuatnya bertahan hidup sampai saat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar