tapi dia masih tersenyum menghadapi setiap pertanyaan yang dicecarkan kepadanya. jawabannya ada...... saja. aku sampai tak ingat lagi saking beraneka ragamnya. selain itu, malah bikin aku tambah bingung, sebenarnya dia ini ingin atau tidak sih?
dalam setiap percakapan tentang pernikahan, aku menangkap optimisme dan sekaligus pesimisme pada saat bersamaan. ataukah itu hanya sebuah kepasrahan pada kehendak pemilik hidupnya?
berbahagia untuk setiap kebahagiaan temannya... aku berbahagia untukmu jul, apa pun kebahagiaan menurut definisimu :D
Minggu, 26 Oktober 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar